Indikator Phenolphthalein atau Fenolftalin (PP) - Mengapa indikator PP berwarna ungu/pink di dalam larutan basa seperti NaOH?
Apa
itu indikator Phenolphthalein (PP)
Indikator PP
merupakan suatu indikator kimia yang seringkali digunakan dalam titrasi
asam-basa. Indikator PP akan menunjukkan perubahan warna pada larutan analit ketika
proses titrasi telah mencapai titik ekuivalen, yang mana pada kondisi ini
mol titran = mol titrat. Indikator PP tidak menunjukkan perubahan warna saat
ditambahkan ke dalam larutan asam (pH di bawah 7), tetapi akan menunjukkan
perubahan warna ungu/pink saat ditambahkan ke dalam larutan basa dengan pH di
atas 7 (pH 8-10). Jadi larutan
dengan pH basa yang semula tidak berwarna, jika ditambahkan dengan indikator PP
maka akan berubah warna menjadi ungu/pink.
Suatu indikator, biasanya berupa asam atau basa lemah yang ada di dalam suatu keseimbangan antara kondisi asam-indikator yang terpisah (dissociated) dan tidak terpisah (undissociated), yang mana pada kondisi yang berbeda ini masing-masing indikator memiliki warna yang berbeda-beda. Kesetimbangan antara dua kondisi ini akan berubah apabila ada penambahan ion asam (H+) atau basa (OH-) dari lingkungan.
Menurut Prinsip
LeChâtelier, penambahan ion asam (H+) pada larutan dengan pH rendah
(pH asam) akan menggeser keseimbangan ke arah kiri dan proses protonasi HIn
akan mendominasi. Sebaliknya, jika ion OH- ditambahkan ke dalam
suatu larutan dengan pH tinggi (pH basa) maka akan menurunkan konsentrasi H+
dan menggeser keseimbangan ke arah kanan sehingga terjadi deprotonasi In-
secara dominan.
Di dalam kasus
penggunaan indikator PP dalam titrasi asam-basa, penambahan OH- ke
dalam analit yang berupa asam akan mengubah PP menjadi ion-ionnya dan mengubah
larutan menjadi warna pink. Jika penambahan OH- dilakukan secara
berlebih sehingga larutan analit memiliki pH di atas 13, maka larutan akan
menjadi tidak berwarna.
Struktur
indikator PP dan bagaimana warna ungu/pink muncul dapat terlihat
Indikator PP
memiliki dua struktur berbeda bergantung pada kondisi larutan yang bereaksi
dengannya (asam atau basa). Untuk penjelsannya bisa dilihat di video bawah ya...
Buat yang tadinya berpikir kalo senyawa-senyawa kimia itu pasfi dan nggak bisa gerak, salah banget nih. Ternyata molekul-moleku kimia itu juga bisa bergerak dan saling berinteraksi ya. Sama seperti yang bisa dilihat di video. Jadi molekul-molekul yang saling berinteraksi itu akhirnya bisa membentuk ikatan dan nantinya terbentuk produk baru yang dilepaskan. Kalo di dalam video, ada H3O+ dan H2O yang dilepaskan selama reaksi berlangsung. Kamu juga bisa lihat video eksperimennya di bawah ini ya... Enjoy :)
Comments
Post a Comment